Get Gifs at CodemySpace.com

Sabtu, 14 November 2015

Al-Qur'an dan keagungannya

AL-QUR'AN DAN KEAGUNGANNYA
   al-qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantara malaikat jibril diturunkan secara berangsur-angsur dan mutawatir. Dari pengertian ini pasti terdapat tujuan mengapa Allah menurunkan kalam-Nya ke dunia ini. Sebab dari turunnya Ayat-ayat Al-Qur'an adalah kebodohan dari manusia. Manusia memerlukan bimbingan untuk memnjadi insan yang berakhlaqul karimah. dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa " sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik". Nah, dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa seseorang yang berperilaku baik selalu berdasarkan sumber da ilmu yang menunjang suatu kegiatan kebaikan. Manusia tidak akan mencapai kesempurnaan dalam berbuat baik apabila sumber dan ilmu yang menunjangnya tidak sempurna.
   Seperti halnya akal manusia, kebaikan-kebaikan yang sumbernya dari akal saja tidak selalu hal baik menjadi baik, bisa jadi yang mereka pikirkan itu baik untuk mereka tapi mengandung mudhorot yang sangat besar. Maka fungsi Al-Qur'an diturunkan kepada umat islam adalah agar Al-Qur'an dijadikan sebagai pegangan hidup, sebagai sumber kajian ilmu, dan sarana pengamalan-pengamalan apa-apa saja yang terkandung dalam Al-Qur'an. Sebagai contoh: dalam Al-Qur'an disebutkan " dan kepada kedua orang tuamu maka berbuat baiklah kepada mereka", maka kita sebagai anak hendaknya mengamalkan apa yang terdapat dalam AL-Qur'an.
   Tapi disamping Al-Qur'an kita juga wajib berpegang pada hadits dan ijma'. Al-Qur'an sebagai sumber ajaran utama, hadits sebagai penjelas apabila ayat dalam Al-Qur'an sulit dimengerti, dan ijma' sebagai jawaban permasalahan yang belum ada didalam Al-Qur'an dan hadits. Jangan sampai tidak, urutannya harus Al-Qur'an, hadist, ijma'.
   Disebutkan bahwa Al-Qur'an ini mengandung ilmu-ilmu yang sampai sekarang belum terpecahkan. Contohnya Kisah isra' mi'raj nabi SAW. Apabila dinalar tidak mungkin manusia bisa pergi hanya dalam satu hari dari bumi menuju diatas langit ketujuh yakni sidrotul muntaha. Diriwayatkan bahwa nabi dalam perjalanan ini memiliki kecepatan secepat kecepatan cahaya. sedangkan sampai sekarang hanya mampu ditemukan kecepatan cahaya yang paling cepat adalah setengah perjalanan langit kesatu. Maka apabila manusia hanya berpikir menggunakan akal, kejadian isra' mi'raj nabi tidaklah mungkin karena manusia pasti sudah terkikis dengan kecepatan yang disebut diatas.
   Maha suci Allah atas segala Kebesaran dan Keagungan-Nya.
wallahu a'lam bisshawab....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar