Get Gifs at CodemySpace.com

Kamis, 17 Desember 2015

apa kita ingat alam-alam yang pernah dan yang nantinya kita tinggali??
manusia memang banyak kekhilafan didunia sehingga hanya memikirkan kesenangan saja dan lupa untuk masa depan yang sebenarnya masih panjang.

Selasa, 08 Desember 2015



 MAKALAH
ALIRAN JABARIYAH DAN QADARIYAH
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Kalam
Dosen : Abdul Ghofur
Disusun Oleh:
1.    Binti
2.    Fitria Rizky Trisnani
3.    M. Ali Khosim

Intitut Agama Islam Negeri Tulungagung
(IAIN) TULUNGAGUNG
Jl. Mayor Sujadi Tim. No.46, Kec. Tulungagung, Kab.Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia




KATA PENGANTAR
          Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan seru sekalian alam. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan-Nya kepada Nabi Muhammad SAW yang diutus sebagai rahmat bagi sekalian alam, berserta keluarga dan para sahabatnya serta para pengikutnya yang setia sampai hari kemudian.
            Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Abdul Ghofur selaku dosen pembimbing Ilmu Kalam. Dan juga kepada teman –teman yang telah memberikan dukungan dan dorongan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah berjudul “Aliran Jabariyah dan Qadariyah” ini.
 Penulis menyadari  bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan,oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis butuhkan agar dapat menyempurnakannya di masa yang akan datang. Semoga apa yang disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi teman-teman dan pihak yang berkepentingan.
Akhirnya, hanya kepada Allah SWT kami mohon, semoga usaha ini merupakan usaha yang murni bagi-Nya dan berguna bagi kita sekalian sampai hari kemudian. Tidak lupa yang penulis harapkan adalah syafaat, berkah darimu ya Muhammad. Semoga kita selalu dalam lindungan Illahi Rabbil Izzati, dan mampu meneladani kemuliaan akhlaqmu yang teruntai di dalam sunnah-nabawiyahmu. Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.



                                                                                                Tulungagung, 10 September 2015

                                                                                                                Penyusun




DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.........................................................................................................
KATA PENGANTAR......................................................................................................
DAFTAR ISI.....................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................
Latar Belakang Masalah......................................................................................
Rumusan Masalah................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................
1.     Aliran Jabariyah ...................................................................................................
-          Asal-Usul Kemunculan Jabariyah...........................................................
-          Para Pemuka dan Doktrin-Doktrin Pokok Aliran Jabariyah...............
2.      Aliran Qadariyah...................................................................................................
-          Asal-Usul Kemunculan Qadariyah..........................................................
-          Doktri-Doktrin aliran Qadariyah.............................................................

BAB III PENUTUP..........................................................................................................
Kesimpulan............................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN
 LATAR BELAKANG MASALAH

Sejak awal permasalahan teologis dikalangan umat Islam telah terjadi perbedaaan dalam bentuk praktis maupun teoritis. Perbedaan tersebut tampak melalui perdebatan dalam masalah  kalam yang akhirnya menimbulkan berbagai aliran-aliran dalam Islam. Dalam perdebatan tentang teologi ini, yang diperdebatkan bukanlah akidah-akidah pokok seperti iman kepada Allah, kepada malaikat dan lain sebagainya, melainkan perdebatan masalah akidah cabang yang membahas bagaimana sifat Allah, Al-Qur’an itu baru ataukah qodim, malaikat itu termasuk golongan jin atau bukan, dan hal-hal yang berkaitan dengan itu.
Pebedaan tersebut akhirnya menimbulkan berbagai macam aliran diantaranya seperti Khawarij, Syiah, Murji’ah, Mu’tazilah, Jabariyah dan Qodariyah, Asy’ariyah dan Maturidiyah. Dalam bab ini kita akan membahas sedikit banyak tentang aliran Qodariyah dan Jabariyah yang juga timbul akibat dari adanya permasalahan-permasalahan kalam.

RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
o    Bagaimana Awal mula terbentuknya aliran Jabariyah dan Qodariyah?
o    Siapakah sajakah pemuka aliran Jabariyah dan Qodariyah?
o    Doktrin-Doktrin dalam aliran Jabariyah dan Qodariyah?




BAB II
PEMBAHASAN

1.    JABARIYAH
1.a Asal Usul kemunculan Jabariyah
Kata Jabariyah berasal dari bahasa arab jabara yang artinya memaksa. Didalam Al-Munjid, dijelaskan bahwa jabariyah berasal dari kata jabara yang mengandung arti memaksa dan mengharuskan melakukan sesuatu. Salah satu sifat Allah adalah Al-Jabbar berarti Allah Maha Memaksa. Sedangkan secara istilah Jabariyah adalah menolak adanya perbuatan dari manusia dan menyandarkan semua perbuatan kepada Allah. Dengan kata lain manusia mengerjakan perbuatan dalam keadaan terpaksa (majbur).[1]
Mengenai awal mula lahirnya paham jabariyah tidak ada penjelasan yang sarih. Abu Zahrah menuturkan bahwa paham jabariyah muncul sejak zaman sahabat dan masa Bani Umayyah. Ketika para ulama membicarakan tentang masalah Qadar dan kekuasaan manusia yang berhadapan dengan kekuasaan mutlak Tuhan.[2] Adapaun tokoh yang mendirikan aliran ini menurut Abu Zahrah dan al-Qasimi adalah Jahm bin Safwan, yang bersamaan dengan munculnya aliran Qadariayah.
Pendapat lain mengatakan bahwa paham ini telah muncul sejak sebelum agama Islam datang ke masyarakat Arab. Kehidupan bangsa Arab yang diliputi oleh gurun pasir sahara telah memberikan pengaruh besar dalam cara hidup mereka. Di tengah bumi yang disinari terik matahari dengan air yang sangat sedikit dan udara yang panas ternyata  tidak memberikan kesempatan bagi tumbuhnya pepohonan dan suburnya tanaman, tapi yang tumbuh hanya rumput yang kering dan beberapa pohon kuat untuk menghadapi panasnya musim serta keringnya udara. Harun Nasution menjelaskan bahwa dalam situasi demikian masyarakat arab tidak melihat jalan untuk mengubah keadaan disekeliling mereka sesuai dengan kehidupan yang diinginkan. Mereka merasa lemah dalam menghadapi  hidup. Artinya mereka banyak tergantung dengan alam, sehingga menyebabakan mereka memiliki paham fatalisme (jabariyah).[3]

Rabu, 02 Desember 2015

TOLERANSI

    Toleransi merupakan hal yang sangat diwajibkan ada pada setiap individu apabila ia mau bahagia didunia.seperti yang diterangkan dalam surat Al-Hujurat , bahwa manusia mmang diciptakan Allah dengan berbangsa-bangsa, dan dengan perbedaan itu manusia saling mengenal satu sama lain atas perbedaan yang ada pada masing-masing bangsa. Toleransi akan berujung pada keselarasan antar manusia apabila hal tersebut dilakukan dngan cara baik. Karena banyak orang menafsirkan toleransi atau pluralism dengan tafsiran yang salah. Toleransi memang berarti saling menghargai antar perbedaan terutama pada hal agama. Bukan berarti saling menghargai itu menunjukkan bahwa setiap perbedaan itu benar.
    Orang yang bertoleransi juga harus berpegang teguh pada ajaran masing-masing. Orang yang bertoleransi Harus menganggap benar, menomor satukan keyakinan dari masing-masing agama, jangan bilang kalau kita toleransi tapi bilangnya agama kristen benar, islam juga benar, dan hindu juga benar, pokoknya dengan dalih toleransi semua dianggap benar. Yang seperti ini tentu saja tidak benar. Tugas orang yang bertoleransi adalah menghargai bukan mempercayai, saling mengerti bukan mengimani. Toleransi adalah sikap yang menunjukkan makna persaudaraan atas adanya perbedaan dan saling membantu demi kemajuan bangsa.