MAKALAH
ALIRAN JABARIYAH DAN QADARIYAH
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Ilmu Kalam
Dosen : Abdul Ghofur

Disusun Oleh:
1.
Binti
2.
Fitria Rizky Trisnani
3.
M. Ali Khosim
Intitut Agama Islam Negeri
Tulungagung
(IAIN) TULUNGAGUNG
Jl. Mayor Sujadi Tim. No.46, Kec. Tulungagung,
Kab.Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan
seru sekalian alam. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan-Nya kepada Nabi
Muhammad SAW yang diutus sebagai rahmat bagi sekalian alam, berserta keluarga
dan para sahabatnya serta para pengikutnya yang setia sampai hari kemudian.
Pada kesempatan ini, penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada Bapak Abdul Ghofur selaku dosen pembimbing Ilmu
Kalam. Dan juga kepada teman –teman yang telah memberikan dukungan dan dorongan
kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah berjudul “Aliran
Jabariyah dan Qadariyah” ini.
Penulis
menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat banyak
kekurangan,oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis
butuhkan agar dapat menyempurnakannya di masa yang akan datang. Semoga apa yang
disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi teman-teman dan pihak yang
berkepentingan.
Akhirnya, hanya kepada Allah SWT kami mohon, semoga usaha
ini merupakan usaha yang murni bagi-Nya dan berguna bagi kita sekalian sampai
hari kemudian. Tidak lupa yang penulis harapkan adalah syafaat, berkah darimu
ya Muhammad. Semoga kita selalu dalam lindungan Illahi Rabbil Izzati, dan mampu
meneladani kemuliaan akhlaqmu yang teruntai di dalam sunnah-nabawiyahmu. Aamiin
Ya Rabbal Aalamiin.
Tulungagung, 10 September 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.........................................................................................................
KATA PENGANTAR......................................................................................................
DAFTAR ISI.....................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................
Latar Belakang Masalah......................................................................................
Rumusan Masalah................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................
1.
Aliran
Jabariyah ...................................................................................................
-
Asal-Usul
Kemunculan Jabariyah...........................................................
-
Para
Pemuka dan Doktrin-Doktrin Pokok Aliran Jabariyah...............
2.
Aliran
Qadariyah...................................................................................................
-
Asal-Usul
Kemunculan Qadariyah..........................................................
-
Doktri-Doktrin
aliran Qadariyah.............................................................
BAB III PENUTUP..........................................................................................................
Kesimpulan............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG MASALAH
Sejak awal
permasalahan teologis dikalangan umat Islam telah terjadi perbedaaan dalam
bentuk praktis maupun teoritis. Perbedaan tersebut tampak melalui perdebatan
dalam masalah kalam yang akhirnya menimbulkan berbagai
aliran-aliran dalam Islam. Dalam perdebatan tentang teologi ini, yang
diperdebatkan bukanlah akidah-akidah pokok seperti iman kepada Allah, kepada
malaikat dan lain sebagainya, melainkan perdebatan masalah akidah cabang yang membahas
bagaimana sifat Allah, Al-Qur’an itu baru ataukah qodim, malaikat itu termasuk
golongan jin atau bukan, dan hal-hal yang berkaitan dengan itu.
Pebedaan tersebut akhirnya
menimbulkan berbagai macam aliran diantaranya seperti Khawarij, Syiah,
Murji’ah, Mu’tazilah, Jabariyah dan Qodariyah, Asy’ariyah dan Maturidiyah.
Dalam bab ini kita akan membahas sedikit banyak tentang aliran Qodariyah dan
Jabariyah yang juga timbul akibat dari adanya permasalahan-permasalahan kalam.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas,
maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
o Bagaimana
Awal mula terbentuknya aliran Jabariyah dan Qodariyah?
o Siapakah
sajakah pemuka aliran Jabariyah dan Qodariyah?
o Doktrin-Doktrin
dalam aliran Jabariyah dan Qodariyah?
BAB II
PEMBAHASAN
1. JABARIYAH
1.a
Asal Usul kemunculan Jabariyah
Kata Jabariyah
berasal dari bahasa arab jabara yang artinya memaksa. Didalam Al-Munjid,
dijelaskan bahwa jabariyah berasal dari kata jabara yang mengandung arti
memaksa dan mengharuskan melakukan sesuatu. Salah satu sifat Allah adalah
Al-Jabbar berarti Allah Maha Memaksa. Sedangkan secara istilah Jabariyah adalah
menolak adanya perbuatan dari manusia dan menyandarkan semua perbuatan kepada
Allah. Dengan kata lain manusia mengerjakan perbuatan dalam keadaan terpaksa
(majbur).[1]
Mengenai
awal mula lahirnya paham jabariyah tidak ada penjelasan yang sarih. Abu Zahrah
menuturkan bahwa paham jabariyah muncul sejak zaman sahabat dan masa Bani
Umayyah. Ketika para ulama membicarakan tentang masalah Qadar dan kekuasaan
manusia yang berhadapan dengan kekuasaan mutlak Tuhan.[2] Adapaun tokoh yang mendirikan
aliran ini menurut Abu Zahrah dan al-Qasimi adalah Jahm bin Safwan, yang
bersamaan dengan munculnya aliran Qadariayah.
Pendapat
lain mengatakan bahwa paham ini telah muncul sejak sebelum agama Islam datang
ke masyarakat Arab. Kehidupan bangsa Arab yang diliputi oleh gurun pasir sahara
telah memberikan pengaruh besar dalam cara hidup mereka. Di tengah bumi yang
disinari terik matahari dengan air yang sangat sedikit dan udara yang panas
ternyata tidak memberikan kesempatan bagi tumbuhnya pepohonan dan
suburnya tanaman, tapi yang tumbuh hanya rumput yang kering dan beberapa pohon
kuat untuk menghadapi panasnya musim serta keringnya udara. Harun Nasution
menjelaskan bahwa dalam situasi demikian masyarakat arab tidak melihat jalan
untuk mengubah keadaan disekeliling mereka sesuai dengan kehidupan yang
diinginkan. Mereka merasa lemah dalam menghadapi hidup. Artinya mereka
banyak tergantung dengan alam, sehingga menyebabakan mereka memiliki paham
fatalisme (jabariyah).[3]
[2] Tim Ensiklopedi
Islam,”Jabariyah” cetakan ke-4,1997:239
[3] Harun Nasution,Teologi
Islam:Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan,1986
Terlepas dari perbedaan pendapat
tentang awal mula lahirnya paham jabariyah, berikut ayat-ayat yang
menunjukkan tentang latar belakang lahirnya paham jabariyah:
a. QS
Ash-Shaffat: 96
Artinya: “Padahal Allah-lah
yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu”.
b. QS al-Anfal: 17
Artinya : “ Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”
Artinya : “ Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”
1.b Para
Pemuka dan Doktrin-Doktrin Pokok Aliran Jabariyah
Asy-Syahratsani berpendapat bahwa aliran jabariyah dapat dikelompokkan
menjadi dua bagian, yaitu ekstrim dan moderat.[4]
1. Jabariyah
ekstrim
Disebut sebagai jabariyah ekstrim adalah karena pendapatnya
bahwa perbuatan manusia bukan merupakan perbuatan yang timbul dari kemauannya,
melainkan perbuatan yang dipaksakan atas dirinya[5].bentuk dan
perbuatan2 manusia semua dari Allah. Salah satu tokoh dari aliran Jabariyah ekstrim adalah Jahm
bin Sofyan. Ia adalah seorang da’i yang fasih dan lancar (orator), menjabat
sebagai sekretaris Harits bin Surais, seorang mawali yang menentang pemerintahan
Bani Umayah dari Khurasam[6]
[4] Asy-Syahrastani, Al-Milal wa An-Nihal,
(Beirut:Darul Fikr), hlm.85
[5] Rosihan Anwar, Op.cit., hlm 85
[6] Ibid
[5] Rosihan Anwar, Op.cit., hlm 85
[6] Ibid
Berikut beberapa pendapat Jahm yang
berkaitan dengan persoalan teologi[7]:
o Manusia
tidak mampu berbuat apa-apa
o Surga
dan neraka tidak kekal
o Iman
adalah ma’rifat atau membenarkan dalam hati
o Kalam
Tuhan adalah makhluk
Selain Jahm bin Sofyan, Ja’d bin Dirham pun merupakan
tokoh aliran Jabariyah yang pada awalnya dipercaya mengajar di lingkungan Bani
Umayah, tetapi setelah tampak pemikirannya yang kontroversial, Bani Umayah
menolaknya. kemudian Ja’d lari dari kuffah dan bertemu dengan Jahm, lalu
mentransfer pikirannya kepada Jahm untuk disebarluaskan.
Berikut beberapa pikiran Ja’d yang
secara umum sama dengan Jahm[8]:
o Al-Qur’an
adalah makhluk
o Allah
tidak memiliki sifat yang serupa dengan makhluknya
o Manusia
terpaksa oleh Allah dalam segala-galanya
2.
Jabariyah moderat
Disebut sebagai jabariyah moderat
adalah karena pendapatnya bahwa Tuhan menciptakan perbuatan manusia, masih agak
longgar. baik
yang positif atau negatif, manusia mempunyai bagian di dalamnya. An-Najjar
adalah salah satu tokoh jabariyah yang para pengikutnya disebut An-Najjariyah/Al-Husainiyah.
[8]
Ibid
Berikut beberapa pendapat An-Najjar
dalam aliran jabariyah moderat[9]:
o Tuhan
menciptakan segala perbuatan manusia, tetapi manusia mengambil bagian/peran
dalam mewujudkan perbuatannya
o Tuhan
tidak dapat dilihat di akhirat,kecuali Tuhan memindahkan potensi hati
(ma’rifat) pada manusia.
Tokoh lain yang memprakarsai ajaran jabariyah moderat adalah
Adh-Dhirar. Secara umum Pendapat-pendapatnya hampir sama dengan
pendapat An-Najjar.
2. QODARIYAH
2.a.
Asal-Usul Kemunculan Qadariyah [10]
Qodariyah berasal dari bahasa Arab qadaro yang artinya kemampuan/kekuatan.
Secara terminologi merupakan suatu aliran yang mempercayai bahwasannya segala
tindakan manusia tidak di intervensi oleh Tuhan, manusia adalah pencipta segala
perbuatannya, dapat berbuat/meninggalkan sesuatu atas kehendaknya.
Harun Nasution berpendapat bahwa
qadariyah berasal dari pengertian bahwasannya manusia mempunyai qudroh/kekuatan
untuk melaksanakan kehendaknya, bukan berasal dari pengertian bahwa manusia
terpaksa tunduk pada qadar Tuhan.
Mengenai kapan dan siapa saja
tokoh-tokohnya masih menjadi perdebatan. Menurut Ahmad Amin, terdapat ahli
teologi yang mengatakan bahwa Qadariyah pertama kali dimunculkan oleh Ma’bad
Al-jauhani dan Ghailan Ad-Dimasyqy. Namun
Ibnu Nabatah dalam kitabnya Syarh Al-Uyun berpendapat yang
bahwa pertama kali memunculkan faham qadariyah adalah orang Irak yang semula
beragama Kristen kemudian masuk Islam dan kembali lagi ke agama Kristen.
Sebagaimana yang dikatakan Muhammad Ibn Syu’aib yang memperoleh informasi dari
Al-Auzai orang tersebut adalah Susan. Dari orang inilah Ma’bad dan Ghailan
mengambil faham qadariyah. Mereka mencari tuhan tanpa bantuan al-Qur’an dan hadits.
2.b. Doktrin-Doktrin
Qadariyah
Harun Nasution menjelaskan pendapat
Ghalian tentang doktrin qadariyah bahwa manusia berkuasa atas perbuatannya.
Manusia melakukan baik ataupun buruk atas kehendak dan dayanya sendiri. Apabila
seseorang berbuat baik akan diberi ganjaran kebaikan dengan surga, dan begitupun
sebaliknya apabila seseorang berbuat buruk maka akan diberi ganjaran siksa
dengan neraka, itu berdasarkan pilihannya sendiri bukan atas takdir Tuhan. Oleh
kerana itu, manusia yang berbuat akan mendapatkan balasannya sesuai dengan
tindakannya.
Faham takdir dalam pandangan qadariyah bukanlah
berarti manusia bertindak menurut nasib yang telah ditentukan sejak azali,
melainkan takdir itu adalah ketentuan Allah yang diciptakan-Nya bagi alam
semesta beserta seluruh isinya sejak azali, yaitu hukum yang dalam istilah Al-Qur’an
disebut sebagai sunatullah.
Diantara ayat-ayat Al-Qur’an yang mendukung doktrin kaum
Qadariyah adalah sebagai berikut:
1. QS
Al-Kahfi : 29
Artinya : “Dan katakanlah kebenaran
dari Tuhanmu, barang siapa yang mau beriman maka berimanlah dan barang siapa
yang mau kafir maka kafirlah…”. (QS. Al-Kahfi : 29).
1. QS
Ali Imran : 165
Artinya : “dan mengapa ketika kamu
ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), Padahal kamu telah menimpakan kekalahan
dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata:
“Darimana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu
sendiri”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
(QS.Ali Imran :165)
1. QS
Ar-Ra’d : 11
Artinya : “…Sesungguhnya Allah tidak
merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[Tuhan tidak akan
merobah Keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran
mereka.] yang ada pada diri mereka sendiri…”. (QS.Ar-R’d :11)
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan[11]
Aliran Jabariyah merupakan aliran
yang menolak adanya perbuatan dari manusia dan menyandarkan semua perbuatan
kepada Allah. Dengan kata lain manusia mengerjakan perbuatan dalam keadaan
terpaksa (majbur). Terbagi menjadi dua yakni jabariyah ekstrim dan
moderat.disebut sebagai jabariyah ekstrim adalah karena pendapatnya bahwa
perbuatan manusia bukan merupakan perbuatan yang timbul dari manusia senditi,
tetapi perbuatan yang dipaksakan atas dirinya.sedangkan disebut sebagai
jabariyah moderat adalah karena pendapatnya bahwa Tuhan menciptakan perbuatan
manusia, baik itu positif atau negatif, tetapi manusia mempunyai bagian di
dalamnya.
Aliran Qadariyah merupakan suatu
aliran yang mempercayai bahwasannya segala tindakan manusia tidak di intervensi
oleh Tuhan, manusia adalah pencipta segala perbuatannya, dapat
berbuat/meninggalkan sesuatu atas kehendaknya. Doktrin-doktrin aliran qadariyah
diantaranya adalah bahwa manusia berkuasa atas perbuatannya. Manusia melakukan
baik ataupun buruk atas kehendak dan daya nya sendiri.
Kedua aliran diatas sagatlah
bertolak belakang dalam setiap pendapat dan doktrin-doktrinnya, dan
masing-masing memiliki landasan-landasan dari Al-Qur’an yang sangat mereka
yakini kebenarannya.
[11] Diambil dari web ansarbinbarani.blogspot.com, 15/9/2015, 20.40
DAFTAR PUSTAKA
Anwar,Rosihan.2006.Ilmu Kalam.Bandung:Pustaka
Setia
Hadariyansyah.2008.Pemikiran-Pemikiran
Teologi dalam Sejarah Pemikiran Islam.Banjarmasin:Antasari Press
Nasution,Harun.1986.Teologi Islam:Aliran-Aliran
Sejarah Analisa Perbandingan. Jakarta:UI Press
http://ansarbinbarani.blogspot.com/.../paham-jabariah-dan
pertanyaan:
1. perbedaan qodariyah dan jabariyah?
2. Perbedaan pemahaman khawarij dg qodariyah tentang
alqur’an adalah makhluq?
3. Iman yang membenarkan dalam hati maksudnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar