Get Gifs at CodemySpace.com

Selasa, 27 Oktober 2015



BAB MENGETAHUI ALAMAT I’ROB
I’rob adalah perubahan akhir suatu kalimat karena beda-beda nya ‘amil yang masuk baik secara lafadz maupun secara kira-kira.
A.    Pembagian I’rob
I’rob terdapat 4 macam, yaitu i’rob rofa’, nashob, jer dan jazm. Dari ke empat i’rob tersebut i’rob rofa’, nashob dan jer mungkin bisa berada pada kalimah isim. Dan i’rob rofa’, nashob dan jazm mungkin juga bisa berada pada kalimah fi’il. Jadi, kalimah isim itu ada yang rofa’, nashob dan jer, dan i’rob jazm itu tidak termasuk pada kalimah isim. Kalimah isim itu terdapat i’rob rofa’, nashob, jazm dan tidak terdapat i’rob jer. 

 
Rofa
 I’rob Rofa’ mempunyai empat tempat( tanda), yaitu: dhummah,waw,alif dan    nun.
Contoh yang di tandai dhummah: جَاءَزَيْدٌ
Contoh yang di tandai waw: جَاءَزَيْدُوْنَ
Contoh yang di tandai alif: جَاءَزَيْدَانِ
Contoh yang di tandai nun: يَفْعَلُوْنَ
Dhummah menjadi tanda bagi i’rob rofa’ bertempat pada 4 tempat:
a.   Isim mufrod( isim yang tidak bermakna tasniah, jama’ dan tidak termasuk dalam asmaul khomsah). Contoh: أَنْتَ بَكْرٌ

b.   Jama’ taksir(menunjukkan makna banyak). Contoh: جَاءَرِجَالٌ

c.    Jama’ muanas salim(menujukkan makna perempuan banyak/ terdapat tambahan alif dan ta’).
            Contoh: هِنْدٌ menjadi هِنْدَاتٌ                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 

d.   Pada fi’il mudhori’ yang huruf akhirnya tidak bertemu dengan sesuatu apapun( waw jama’,dhomir alif tasnah dan dhomir ya’muanasah mukhotobah). Contoh: يَعْلَمُ
Waw menjadi tanda bagi I’rob rofa’ berada pada 2 tempat, yaitu:
a.     Jama’ mudzakar salim )isim yang menunjukkan makna laki-laki banyak yang akhirnya berupa waw dan nun) . Contoh: جَاءالْجَاهِلُوْنَ

b.     Asma’ul khomsah  yaitu (اَبُوْكَ,اَخُوْكَ,حَمُوْكَ,فُوْكَ,ذُوْمَالٍ). Contoh:جَاءَ اَبُوْكَ
Alif menjadi tanda I’rob rofa’ berada pada isim tasniah. Contoh: تَعَلَّمَ تِلْمِيْذَانِ

Nun menjadi tanda bagi I’rob rofa’ bertempat pada af’alul khomsah. Contoh: يَفْعَلاَنِ,تَفْعَلانِ,يفْعَلَوْنَ,تَفْعَلُوْنَ,تَفْعَلِيْنَ.



NASHOB
I’rob nashob mempunyai 5 tanda yaitu:
Yaitu fathah, alif, yak, kasroh, hazfu nun.
1.     Fathah
Fathah menjadi tanda bagi I’rob nashob berada pada 3 tempat yaitu:
a.     Isim mufrod. Contoh:  رَأَيْتَ زَيْدًا

b.     Jama’ taksir. Contoh: رَأَيْتُ رِجَالاً

c.      Fi’il mudhori’shohih akhir (fiil mudhorek yang lam fiilnya tidak berupa huruf illat) . Contoh:أَنْ يَعْلَمَ
2.     Alif menjadi tanda bagi I’rob nashob berada pada asma’ul khomsah. Contoh:أَخَاكَ,حَمَاكَ,فَاكَ,ذَامَالٍ رَأَيْتُ أَبَاكَ,
3.     Ya’
Ya’ menjadi tanda bagi I’rob nashob berada pada 2 tempat yaitu:
a.     Isim tasniyah (isim yang menunjukkan makna dua). Contoh:رَأَيْتُ زَيْدَيْنِ

b.     Jama’ mudzakar salim. Contoh:رَأَيْتُ الْمُسْلِمِيْنَ

4.     Kasroh menjadi tanda i’rob nashob terletak pada jama’ muanas salim. Contoh:رَاَيْتُ الْهِنْدَاتِ
5.     Hadzfu  nun  menjadi tanda I’rob nashob berada pada af’alul khomsah. Contoh: لَنْ يَفْعَلاَ,لَنْ تَفْعَلاَ,لَنْ يَفْعَلُوْا,لَنْ تَفْعَلُوا,لَنْ تَفْعَلُوْا




Khafadz/jer
Jer mempunyai 3 alamat yaitu: kasroh, ya’, fathah. Dan kasroh merupakan alamat asli dari jer, sedangkan ya’ dan fathah sebagai pengganti kasroh.
   A. Kasroh
Menjadi tanda I’rob jer bertempat pada tiga tempat:
a.     Isim mufrod munshorif. Contoh:مَرَرْتُ بِزَيْدٍ

b.     Jama’ taksir. Contoh:مَرَرْتُ بِالرِجَالِ

c.      Jama’ muanas salim. Contoh       مَرَرْتُ بِالهِنْدَاتِ

B.     Ya’
Ya’ menjadi tanda I’rob jer bertempat pada 3 tempat:
a.  Isim tasniyah. Contoh: ,مَرَرْتُ بِاَبَوَيْكَ

b.     Jama’ mudzakar salim. Contoh:مَرَرْتُ بِالزَيْدِيْنَ

c.      Asmaul khomsah. Contoh:مَرَرْتُ بِأَبِيْكَ,أَخِيْكَ,حَمِيْكَ,فِيْكَ,ذِيْ مَالٍ

C.     Fathah
Menjadi tanda I’rob jer bertempat pada 1 tempat yaitu isim ghoiru munshorif(isim yang tidak menerima tanwin). Contoh:مَرَرْتُ بِأَحْمَدَ وأَبِيْكَ

JAZM
Jazm mempunyai 2 tanda yaitu: sukun  dan hadzfu(hadzfu nun/ hadzfu ‘illat),
a. Sukun menjadi tanda I’rob jazm berada pada 1 tempat yaitu fi’il mudlori’ shohih akhir. Jadi, apabila fi’il mudlori’ shohih akhir bertempat pada i’rob jazm, maka tanda i’robnya berupa sukun. Seperti lafadz  لَمْ يَعْلَمْ,  لَمْ يَصْلُحْ.
b. Hadzfu
Hadzfu menjadi tanda i’rob jazm bertempat pada dua tempat yaitu: fi’il mudlori’ mu’tal akhir dan af’alul khomsah.
*Hadzfu huruf ‘illat  menjadi alamat jazm bertempat pada fi’il mudlori’ mu’tal akhir. Contoh:لَمْ يَدْعُ,لَمْ يَعْنِ,لَمْ يَخْش
                 * Hadzfu nun menjadi alamat jazm  bertempat pada af’alul khomsah.
                     Contoh:لَمْ يَعْلَمَا,لَمْ تَعْلَمَا,لَمْ يَعْلَمُوْا,لَمْ تَعْلَمُوْا,لَمْ تَعْلَمُوا


Tidak ada komentar:

Posting Komentar