assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
احمد لله رب العالمين والصلاة والسلام علي اشرف الانبيإ والمرسلين وعلي اله وصحبه اجمعين اما بعد
dalam kesempatan yang Allah berikan saya berkeinginan menulis diblog ini dengan tema " Hati-hati dengan apa yang diucapkan dan diniatkan". Dalam ayat:
اولئك الذين اشتروا الحيوة الدنيا بالاخرة, فلا يخفف عنهم العذاب ولا هم ينصرون
"merekalah orang-orang yang membelikehidupan dunia dengan kehidupan akhirat, maka tidak akan diringankan adzab mereka dan mereka tidak akan ditolong". QS. Al-Baqarah: 86.
mendengar ayat Al-Qur'an diatas begitu merinding sebenarnya apabila dimengerti lebih jauh. membeli kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat bisa berarti menjual ayat-ayat Allah untuk menghidupi hidup di dunia. contohnya seorang muballigh berpidato kesana kemari yang mana diniatkan untuk mencari uang, dan uang itu merpuakan bagian kehidupan dunia.maka bisa di artikan secara kasar " saya akan berpidato dengan berdalil, tapi bayar saya dengan nilai sebesar ini". contoh muballigh itu tentu saja salah besar untuk kita tiru. sebenarnya dalam masalah diatas kembali pada niat. menjadi muballigh bukanlah mata pencaharian, melainkan jalan menyebarkan ilmu kepada masyarakat. menyangkut kelanjutan arti ayat selanjutnya yaitu "maka mereka tidak akan diringankan adzabnya dan mereka tidak akan ditolong", maka saya teringat pada suatu cerita" Suatu hari seseorang ketika didunia menjadi seorang muballigh besar yang ceramah kesana kemari, tapi dia terheran-heran mengapa mereka ia berada dineraka sedangkan ia didunia dahulu menjadi seorang yang kesana kemari menyebarkan ilmu(muballigh). maka ia pun bertanya: mengapa aku berada ditempat hina ini, sedangkan aku dahulunya seorang yang menyebarkan ilmu? seseorang menjawab: tentu saja kau berada disini, karena dahulunya kau berceramah didunia dengan niatan memperoleh uang dan kehidupan dunia dan kaupun tidak mengamalkan apa yang kamu katakan.".
Dengan sangat berharap, penulis dan saudara muslim semoga bisa menjaga niat masing-masing demi kebahagiaan diakhirat kelak. banyak sekali penunjang hidup dunia yang dibekalkan untuk akhirat yang ada dalam Al-Qur'an dan hadits, betapa indahnya jika kita amalkan satu-persatu ayat Al-Qur'an dan hadits meskipun bertahap. Saya hanya manusia bodoh, buta, tuli, bisu, akan kehidupan akhirat, yang mana saya berusaha membuka kebodohan, ketulian, dan kebisuan saya dengan mencari ilmu sebanyak dan semampu kami untuk menyelamatkan diri dari murka Allah.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar